TEMANGGUNG - Suasana penuh semangat membuncah di halaman Makodim 0706/Temanggung pada Minggu pagi, 15 Februari 2026. Di bawah cerahnya langit Temanggung, sebanyak 100 siswa pilihan dari lima sekolah menengah atas resmi mengakhiri Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (Perjusami) Korp Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV. Ini bukan sekadar perkemahan biasa, melainkan sebuah ajang pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai patriotisme yang mendalam bagi generasi penerus bangsa.
Selama tiga hari yang intensif, para peserta yang berasal dari SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, dan SMK Muhammadiyah Temanggung digembleng dengan beragam materi krusial. Mereka tidak hanya mengasah ketangkasan fisik melalui aktivitas seperti Pioneering, Mountaineering, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), dan Survival, tetapi juga memperkuat mental melalui sesi Api Semangat Bela Negara dan pengenalan senjata ringan. Pengalaman ini membentuk mereka menjadi individu yang lebih tangguh dan berkarakter.

Dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Kasdim Mayor Cba Agus Jumawan, Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud nyata dukungan terhadap visi besar negara. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkokoh fondasi ideologi patriotisme dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa, sejalan dengan cita-cita 'Asta Cita' Presiden Prabowo.
"Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan lapangan biasa. Ini adalah langkah nyata mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkokoh ideologi patriotisme dan meningkatkan kualitas SDM bangsa, " tegas Kasdim saat bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Menyambut para kadet muda yang siap kembali ke lingkungan sekolah masing-masing, Kodim 0706/Temanggung menitipkan tiga pesan berharga yang diharapkan dapat terus dipegang teguh. Pertama, disiplin tanpa batas yang telah tertanam selama berada di Makodim harus diaplikasikan dalam setiap aspek kehidupan, baik di rumah maupun di sekolah. Kedua, semangat solidaritas yang telah terjalin harus menjadi perekat persaudaraan, melampaui segala bentuk rivalitas. Terakhir, setiap siswa diingatkan bahwa mereka adalah aktor penting dalam bela negara, yang wajib memiliki akhlak mulia dan cinta tulus kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi yang kuat antara para pembina dan panitia, yang bekerja keras memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman dan tertib, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para kadet muda.

Ibrahim