TEMANGGUNG – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Temanggung terus berinovasi dalam upaya meningkatkan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kali ini, hasil karya rajutan tangan WBP perempuan mulai dipasarkan secara terbatas dan dipajang di Ruang Kunjungan Rutan Temanggung agar dapat dilihat dan dibeli oleh para pengunjung. Jumat (24/10/2025).

Kegiatan rajut-merajut ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin dilaksanakan oleh Rutan Temanggung. Melalui kegiatan tersebut, WBP perempuan dilatih membuat berbagai produk rajutan seperti tas, dompet, kopiah, dan sweater dengan desain menarik dan kualitas yang kompetitif.
Kepala Rutan Temanggung, Hendra Prastya Nugraha, A.Md.IP., S.H., menyampaikan bahwa hasil rajutan ini merupakan bukti nyata dari keberhasilan pembinaan kemandirian yang dilakukan di dalam rutan.
“Kami berupaya agar setiap karya WBP memiliki nilai ekonomi. Dengan memajang hasil rajutan di ruang kunjungan, kami berharap masyarakat yang datang dapat melihat secara langsung hasil pembinaan di Rutan Temanggung dan sekaligus memberikan apresiasi melalui pembelian produk, ” ujar Karutan Hendra.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan semangat berwirausaha bagi para WBP. Petugas pembimbing kemandirian menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menjadi terapi positif bagi para WBP perempuan.
Langkah ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Rutan Temanggung terhadap program pembinaan kemandirian berbasis ekonomi kreatif, serta wujud kontribusi dalam mendukung program ketahanan ekonomi dan pemberdayaan WBP.
(Humas Rutan Temanggung)
