Jembatan Garuda Temanggung: Akhir Isolasi, Asa Warga Bergema

    Jembatan Garuda Temanggung: Akhir Isolasi, Asa Warga Bergema
    (Foto Dok): Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III dan IV di Desa Batursari, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung. Proyek strategis ini resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking pada Selasa (31/3/2026).

    TEMANGGUNG - Keterisolasian yang selama ini membelenggu Desa Batursari, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, perlahan akan terangkat. Jembatan Garuda, sebuah proyek infrastruktur yang dinanti-nantikan, kini memasuki tahap pembangunan III dan IV. Seremoni groundbreaking pada Selasa (31/3/2026) menandai dimulainya ikhtiar untuk membuka akses vital bagi masyarakat setempat.

    Proyek yang merupakan bagian dari program pembangunan serentak di wilayah Kodam IV/Diponegoro ini dipantau langsung oleh Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, melalui daring. Acara puncak yang dipimpin oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, berpusat di Kabupaten Boyolali.

    Bagi warga Desa Batursari, jembatan sepanjang 35 meter dengan lebar 1, 2 meter ini lebih dari sekadar tumpukan beton dan baja. Ia adalah simbol harapan, jembatan yang akan menghubungkan mereka dengan dunia luar, mempermudah segala aktivitas yang selama ini terhambat.

    “Jembatan Garuda bukan sekadar penghubung antarwilayah, tetapi simbol harapan bagi masyarakat. Dengan adanya jembatan ini, distribusi hasil pertanian, pupuk, hingga mobilitas warga akan jauh lebih lancar, ” ujar Letkol Inf Hermawan.

    Dampak positif pembangunan ini tidak hanya dirasakan oleh para petani atau pelaku ekonomi. Sektor pendidikan pun akan merasakan manfaatnya. Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh dan berisiko, kini akan memiliki akses yang lebih aman dan efisien.

    “Kami menargetkan pembangunan selesai dalam waktu sekitar 30 hari. Harapannya, anak-anak sekolah dapat merasakan manfaatnya secara langsung dengan akses yang lebih aman dan efisien, ” tambah Letkol Inf Hermawan.

    Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, DPRD, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama untuk memajukan wilayah.

    Selain itu, momentum pembangunan ini turut diwarnai dengan penyerahan bantuan sosial kepada warga Desa Batursari, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat.

    “Kami berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya segera dirasakan dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat, ” pungkas Letkol Inf Hermawan.

    Dengan dimulainya proyek Jembatan Garuda, harapan besar disematkan agar hambatan geografis terhapus, konektivitas antarwilayah menguat, dan roda ekonomi di pelosok Kabupaten Temanggung berputar lebih kencang. (PERS)

    jembatangaruda temanggung candiroto infrastrukturdesa aksesterisolasi ekonomidesa
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Groundbreaking Jembatan Garuda Candiroto,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    ASN WFH Tiap Jumat Mulai 1 April 2026, Waspadai Pengecualian
    Antrean BBM Mengular di Pesing, Isu Kenaikan Harga Bikin Resah
    Jembatan Garuda Temanggung: Akhir Isolasi, Asa Warga Bergema
    Prasetyo Hadi: Harga BBM Tak Naik, Pemerintah Jamin Pasokan Aman
    MPR RI Terapkan WFH/WFA dan Hemat Listrik Antisipasi Konflik Timur Tengah

    Ikuti Kami