Sinergi Temanggung: Pengamanan Mudik di Tengah Guncangan Global

    Sinergi Temanggung: Pengamanan Mudik di Tengah Guncangan Global
    (Foto Dok) : Gelar apel kesiapsiagaan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026 di Halaman Mapolres Temanggung, Kamis (13/3/2026)

    TEMANGGUNG - Di bawah langit cerah sore yang menyelimuti Halaman Mapolres Temanggung, Kamis (12/03/2026), gelaran apel kesiapsiagaan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Candi 2026 resmi dilangsungkan. Lebih dari sekadar persiapan rutin pengamanan Idul Fitri, apel ini menggarisbawahi respons taktis terhadap dinamika global yang kian memanas.

    Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., turut hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menunjukkan soliditas TNI-Polri sebagai benteng stabilitas keamanan menjelang Idul Fitri 1447 H.

    Amanat Kapolri yang dibacakan oleh Bupati Temanggung, Agus Setiawan, S.E., menyoroti tantangan mudik tahun ini yang bersinggungan dengan eskalasi konflik global. Dalam menghadapi potensi pergerakan 143, 9 juta pemudik secara nasional, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.han., menekankan pentingnya pengamanan yang humanis namun tetap sigap terhadap dampak ekonomi-sosial. Ia menegaskan komitmen Kodim 0706/Temanggung untuk hadir di setiap titik lelah pemudik.

    "Kami di jajaran Kodim 0706/Temanggung telah menginstruksikan seluruh personel, dari tingkat Makodim hingga Babinsa, untuk menjadi mata dan telinga yang responsif. Di tengah situasi global yang tidak menentu, tugas kita adalah memastikan masyarakat di daerah tetap merasa tenang, suplai logistik lancar, dan perayaan kemenangan Idul Fitri tidak terganggu oleh kekhawatiran keamanan maupun kelangkaan kebutuhan pokok, " ujar Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han.

    Perhatian khusus juga diberikan pada mitigasi bencana hidrometeorologi, menyikapi prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Wilayah pegunungan seperti Temanggung memiliki kerawanan bencana yang unik, sehingga personel siap bersinergi 24 jam dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polri.

    Apel ini melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur, meliputi satuan Kodim 0706/Tmg, Polres Temanggung (Sabhara, Lantas, Intelkam), Satpol PP, Dishub, BPBD, Dinkes, PMI, Orari, serta 2 peleton gabungan pelajar SMA/SMK yang dilibatkan untuk menumbuhkan kepedulian sosial.

    Operasi yang berlangsung selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret 2026, ini akan mengamankan ratusan objek vital di Temanggung, mencakup rumah ibadah, pusat perbelanjaan, hingga jalur-jalur rawan kemacetan.

    Dalam inspeksi mendalam terhadap sarana dan prasarana operasional, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho bersama Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini dan Bupati Temanggung Agus Setiawan menunjukkan keakraban yang mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: Temanggung dalam kondisi yang terjaga.

    Bagi Letkol Inf Hermawan, Operasi Ketupat Candi 2026 adalah lebih dari sekadar operasi lalu lintas; ia memandangnya sebagai ladang ibadah untuk memberikan rasa aman bagi para perantau yang merindukan pelukan keluarga. Sebuah narasi pengabdian yang melampaui batas tugas administratif.

    operasi ketupat candi temanggung mudik sinergi keamanan gejolak global tni polri
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Kodim 0706/Temanggung Tebar Berkah Ramadan:...

    Artikel Berikutnya

    Sinergi Spiritual Prajurit Temanggung: Al-Quran...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Hadiri Sertijab Danskadron Udara 11
    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Kredit Usaha Hingga Rp500 Juta
    Dandim Temanggung Ikuti Vicon Nasional, Percepatan KDKMP Digenjot untuk Dongkrak Ekonomi Warga
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    Ikuti Kami